Menjadi Muslimah Itu Indah, Nyaman, Aman, dan Mulia
1.
Menjadi seorang muslimah itu indah.
(Indah dalam bersikap dan bertutur kata. Dimana aturan yang Allah berikan
kepada kita tidak lain agar kita menjadi pribadi yang menyenangkan dan taat
kepadaNya.)
“Maukah aku beri
tahukan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki? (Yaitu)
istri salehah yang ketika dipandang akan menyenangkannya, ketika diperintah
akan menaatinya, dan ketika ia pergi, si istri akan menjaga dirinya untuk suaminya.” (HR. Abu Dawud: 1417)
2. Menjadi seorang
muslimah itu nyaman.
(Segala yang kita kenakan tidaklah menyiksa diri kita, simple dan leluasa dalam bergerak dibanding perempuan-perempuan dari agama sebelah yang ingin keliatan cantik dengan mengandalkan rok mini dan baju yang keliatan belahannya, padahal di balik itu— mereka merasa tidak nyaman dalam duduk dan berjalan, hanya ingin mendapat gelar ‘seksi’, rasa nyamannya dikorbankan.)
(Segala yang kita kenakan tidaklah menyiksa diri kita, simple dan leluasa dalam bergerak dibanding perempuan-perempuan dari agama sebelah yang ingin keliatan cantik dengan mengandalkan rok mini dan baju yang keliatan belahannya, padahal di balik itu— mereka merasa tidak nyaman dalam duduk dan berjalan, hanya ingin mendapat gelar ‘seksi’, rasa nyamannya dikorbankan.)
“dan janganlah kamu
berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu” [Surah
Al-Ahzaab : 33].
3. Menjadi seorang
muslimah itu aman
(Kita tidak perlu khawatir persangkaan orang-orang terhadap diri kita, dan tentunya hijab yang kita kenakan bisa menjadi rem agar tidak berbuat yang dilarang agama.
(Kita tidak perlu khawatir persangkaan orang-orang terhadap diri kita, dan tentunya hijab yang kita kenakan bisa menjadi rem agar tidak berbuat yang dilarang agama.
“Yang demikian itu
supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan
Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Surah Al-Ahzaab: 59)
Bandingin dengan agama tetangga sebelah?
Pandangan orang-orang yang melihatnya jadi semerawur, mungkin juga dicap perempuan tidak benar, sudah itu rawan dengan pelecehan seksual.)
4. Menjadi seorang muslimah itu
sudah pasti mulia.
(Mulia dalam pandangan Tuhan, apalagi dalam pandangan manusia. Karena kita,
pandangan seorang lelaki jadi sejuk, karena kita, hati seorang lelaki dapat
menjadi lembut, dan karena kita, seorang lelaki jadi tahu seberapa besar iman
yang ada dalam hatinya hingga ia memang pantas hidup berdampingan dengan kita.
“Sesungguhnya para
wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok dan yang paling bengkok dari
tulang rusuk adalah bagian atasnya, maka jika kalian keras dalam meluruskannya
(membimbingnya), pasti kalian akan mematahkannya. Dan jika kalian membiarkannya
(yakni tidak membimbingnya), maka tetap akan bengkok. Nasehatilah para wanita
dengan cara yang baik.” (HR.Bukhari-Muslim)
Bandingin dengan agama tetangga sebelah
yang tak kenal tutup aurat dengan dalih kebebasan, namun di balik itu, ia
secara tidak langsung “sukarela” menjadikan dirinya sebagai objek seks belaka.
Pandangan lelaki jadi liar karenanya, otaknya pun jadi berfantasi, dan cara
bertuturnya pun sarat dengan omongan sampah.)
Jadi, menjadi seorang muslimah itu
INDAH, NYAMAN, AMAN dan sudah pasti MULIA!
“Dia telah memilih
kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu
kesempitan.” (Surah Al-Hajj: 78)
(Disadur dari: Catatan Kecil Muslimah Sejati Sang
Pendebat Kristenisasi)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar